Selamat datang di arda.subang.go.id
Anda adalah pengunjung ke : 023613
BERITA TERKINI

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUBANG Jl. Dewi Sartika No.2 Subang


Profil Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab.Subang

Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Subang dibentuk berdasarkan Perda Tahun 2016 berdasarkan PP No.18 Tahun 2006. Gedung yang berdiri diatas tanah seluas 864 meter persegi dengan luas bangunan 432 meter persegi ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama difungsikan menjadi dua ruangan depo arsip. Lantai kedua dibagi menjadi beberapa ruangan, diantaranya ruangan Kepala Dinas, Ruang Sekretaris, Kepala Bidang/Kasi dan Subag, Ruang Pengelolaan Arsip Digital, Ruang Dinas Pamer Arsip, Ruang Audio Visual/Home Teather.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DISARPUS) yang bermotto "DUNIA TANPA ARSIP IBARAT DUNIA TANPA INFORMASI" ini menyimpan Arsip Dinas Badan Lembaga Pemerintah Kabupaten Subang pada Compact Rolling Shelving /Roll opact yang berada pada Dipo 1 dan Dipo 2 dengan luas masing-masing 139,76 m2 yang dilengkapi dengan Fire Alarm system dan fire extingueser Automatic thermatic /system alarm dan pencegah kebakaran dan AC .

Penyimpanan Arsip Dinas badan lembaga Pemerintah Kabupaten Subang merupakan suatu kewajiban Kantor Arsip Daerah sebagaimana dalam UU No.43 2009 pasal 24 ayat 4 melaksanakan pengelolaan arsip status yang diterima dari :
  1. Satuan kerja perangkat daerah kabupaten/kota dan penyelenggaraan pemerintahan daerah kabupaten/kota
  2. Desa atau yang disebut dengan nama lain
  3. Perusahaan
  4. Organisasi Politik
  5. Organisasi Kemasyarakatan dan
  6. Perseorangan

Pasal 25 Selain kewajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4), arsip daerah kabupaten/kota memiliki tugas melaksanakan:
a. Pengelolaan arsip inaktif yang memiliki retensi sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) tahun yang berasal dari satuan kerja perangkat daerah kabupaten/kota dan penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten/kota dan
b. Pembinaan kearsipan terhadap pencipta arsip dilingkungan daerah kabupaten/kota.

Keberadaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan diharapkan dapat mewujudkan citra Daerah adalah gambaran suatu daerah dalam perjalanan sejarahnya yang dibentuk berdasarkan memori kolektif kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menampilkan kekhasan masing-masing daerah dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Kep.Kepala ANRI No,01 Th.2003 pasal 1 ttg Citra daerah). Pelaksanaan program citra daerah adalah salah satu upaya Pemerintah/Lembaga kearsipan dalam "menggali" citra daerah dengan maksud untuk mengungkap kembali semangat daerah dalam menumbuh kembangkan nilai persatuan seuai degan keunikan dan ruang lingkup daerahnya, mengungkap perjalanan bangsa tentang peran serta dan kebersamaan daerah dalam mewujudkan negara Kesatuan Indonesia,meningkatkan tenggang rasa,mengakui,menghormati perbedaan yang dimiliki daerah dalam rangka Pembangunan nasional,yang pada akhirnya mampu mewujudkan kesadaran berbangsa dan bernegara melalui pengungkapan memori kolektif bangsa tentang nilai kesatuan yang tumbuh melalui proses perjalanan sejarah (Lampiran Keputusan Kepala ANRI No.01 2003).

Memori Kolektif bangsa adalah catatan sejarah perjalanan bangsa yang berisi informasi kegiatan penyelenggaraan kehidupan berbangsa di masa lampau yang terekam dan berfungsi sebagai ingatan sejarah perjalanan bangsa. Memori Kolektif Daerah adalah sejarah perjalanan daerah yang berisi informasi kegiatan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan dalam lingkup daerah dimasa lampau yang terekam dan berfungsi sebagai ingatan sejarah perjalanan daerah.


Pentingnya Arsip diantaranya .

1.Sebagai bukti hukum dipengadilan.
2.Sebagai bukti sejarah.
3.Sebagai identitas suatu bangsa.
4.Sebagai warisan kebudayaan dan bangsa.

Berikut ini suatu pernyataan mengenai pentingnya Arsip:

Dari seluruh aset bangsa arsip adalah salah satu yang sangat berharga ,arsip merupakan pemberian dari suatu generasi ke generasi lain dan perhatian terhadap arsip menandakan besarnya peradaban (Sir Arthur Doughty,1924).

Dunia tanpa arsip ibarat dunia tanpa kenangan (memori) tanpa kebudayaan,hak-hak yang dilindungi hukum,tanpa pengertian akan akar sejarah dan pengetahuan,tanpa identitas bersama (Liv Mykland,1992).

Suatu bangsa tanpa arsip akan mendapatkan sindrom kolektif amnesia di jaman sekarang yang penuh dengan Ketidakpastian. Oleh karena itu tidaklah salah apabila dikatakan bahwa kondisi arsip suatu bangsa bisa dilihat sebagai suatu indikator dari kemantapan semangat Nasionalisme (Moerdiono,1996).

kad@2009